, Struktur teritorial yang dibentuk
Mabes TNI sudah sangat bagus. Selain sebagai solusi untuk mengimbangi jumlah
rasio penduduk Indonesia, juga sebagai ujung tombak untuk mendeteksi segala ancaman
yang timbul di masyarakat.
Karena itu, Panglima TNI Jenderal
Moeldoko heran, ada eberapa pihak yang menginginkan bintara pembina desa
(Babinsa) dibekukan atau dibubarkan. Padahal, tugas mereka sangat penting demi
mendeteksi setiap kejadian di setiap sudut NKRI.
"Kalau ada orang yang tidak ingin kehadiran Babinsa, berarti orang itu
tidak mengerti. Abaikan saja orang itu," kata Moeldoko saat memberikan
pengarahan ribuan anggota TNI/Polri di Lanud Wolter Monginsidi, Selasa (10/6).
Menurut dia, konsep pertahanan yang
dianut Indonesia mendapat pengakuan dunia. Dengan jumlah personel terbatas,
kata dia, TNI sanggup mengamankan NKRI yang memiliki wilayah sangat luas dan
penduduk dalam jumlah banyak.
Keuntungan lain yang dimiliki prajurit
TNI dengan berlakunya struktur bintara teritorial (Binter) adalah memiliki jiwa
memasyarakat dengan lebih mudah. Tidak heran, ia mengungkap, ketika mereka
ditugaskan ke dalam misi perdamaian di berbagai negara, kehadiran TNI mudah
diterima rakyat setempat.
Itu lantaran TNi mudah menjalin
komunikasi yang didapat dari pembekalan dan pengalaman di lapangan selama
bertugas di Indonesia. "Amerika yang negara adidaya saja ingin belajar
teritorial ke Indonesia. Dengan konsep binter itulah anggota bisa masuk ke
mana-mana dalam melakukan komunikasi sosial," ujar Moeldoko.
Karena itu, ia berpesan agar Babinsa
yang mendapat sorotan tajam belakangan ini, untuk tidak terlalu mempedulikan
anggapan miring yang dialamatkan kepadanya. "Babinsa bekerja terus saja,
jangan berhenti bertugas. Jangan ragu-ragu. Saya panglima TNI selalu menaruh
rasa hormat pada kalian. Lanjutkan, kalian pasti isa," kata mantan pangdam
III/Siliwangi itu.
Menurut mantan kepala staf Angkatan
Darat (KSAD) itu, Mabes TNI malah ingin memperkuat peran Babinsa. Tidak hanya di
darat, di laut dan udara pun juga dibutuhkan struktur yang mirip dengan
Babinsa. Hal yang sama sudah dimiliki Mabes Polri dengan adanya Bintara
Pembinanaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) yang
diterjunkan masyarakat.
Karena itu, tidak lama lagi, ia akan
meresmikan sebuah posisi baru di lingkungan Mabes TNI AU dan AL untuk
memperkuat penjagaan teritorialnya. seperti yang sudah terjadi di TNI AD.
"Sebentar lagi, ada asisten teritorial KSAU dan KSAL. Saya memandang itu
sangat penting," kata Moeldoko.


