Kamis, 10 Juli 2014

Dunia Angkat Topi Dengan Konsep Pertahanan Indonesia

, Struktur teritorial yang dibentuk Mabes TNI sudah sangat bagus. Selain sebagai solusi untuk mengimbangi jumlah rasio penduduk Indonesia, juga sebagai ujung tombak untuk mendeteksi segala ancaman yang timbul di masyarakat.
Karena itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko heran, ada eberapa pihak yang menginginkan bintara pembina desa (Babinsa) dibekukan atau dibubarkan. Padahal, tugas mereka sangat penting demi mendeteksi setiap kejadian di setiap sudut NKRI.
"Kalau ada orang yang tidak ingin kehadiran Babinsa, berarti orang itu tidak mengerti. Abaikan saja orang itu," kata Moeldoko saat memberikan pengarahan ribuan anggota TNI/Polri di Lanud Wolter Monginsidi, Selasa (10/6).
Menurut dia, konsep pertahanan yang dianut Indonesia mendapat pengakuan dunia. Dengan jumlah personel terbatas, kata dia, TNI sanggup mengamankan NKRI yang memiliki wilayah sangat luas dan penduduk dalam jumlah banyak.
Keuntungan lain yang dimiliki prajurit TNI dengan berlakunya struktur bintara teritorial (Binter) adalah memiliki jiwa memasyarakat dengan lebih mudah. Tidak heran, ia mengungkap, ketika mereka ditugaskan ke dalam misi perdamaian di berbagai negara, kehadiran TNI mudah diterima rakyat setempat.
Itu lantaran TNi mudah menjalin komunikasi yang didapat dari pembekalan dan pengalaman di lapangan selama bertugas di Indonesia. "Amerika yang negara adidaya saja ingin belajar teritorial ke Indonesia. Dengan konsep binter itulah anggota bisa masuk ke mana-mana dalam melakukan komunikasi sosial," ujar Moeldoko.
Karena itu, ia berpesan agar Babinsa yang mendapat sorotan tajam belakangan ini, untuk tidak terlalu mempedulikan anggapan miring yang dialamatkan kepadanya. "Babinsa bekerja terus saja, jangan berhenti bertugas. Jangan ragu-ragu. Saya panglima TNI selalu menaruh rasa hormat pada kalian. Lanjutkan, kalian pasti isa," kata mantan pangdam III/Siliwangi itu.
Menurut mantan kepala staf Angkatan Darat (KSAD) itu, Mabes TNI malah ingin memperkuat peran Babinsa. Tidak hanya di darat, di laut dan udara pun juga dibutuhkan struktur yang mirip dengan Babinsa. Hal yang sama sudah dimiliki Mabes Polri dengan adanya Bintara Pembinanaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) yang diterjunkan masyarakat.

Karena itu, tidak lama lagi, ia akan meresmikan sebuah posisi baru di lingkungan Mabes TNI AU dan AL untuk memperkuat penjagaan teritorialnya. seperti yang sudah terjadi di TNI AD. "Sebentar lagi, ada asisten teritorial KSAU dan KSAL. Saya memandang itu sangat penting," kata Moeldoko.



SEORANG NON MUSLIM MASUK ISLAM SETELAH MIMPI MELIHAT JEMBATAN SIROTOL MUSTAQIM DAN API NERAKA

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim 

... Kisah ini nyata .. dikisahkan sahabat kita, Edo kepada penulis (Yudi).
Penulis pada tahun 1994,masih masa penulisan skripsi tingkat akhir di jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB, Bogor. dalam masa penulisan skripsi, ada waktu yang senggang misal saat menunggu hasil koreksian dari dosen pembimbing.
Saya suka jenuh di tempat kostku sehingga sering main ke stasiun kereta api Bogor. Dipinggiran stasiun ada kios kecil yang menjual buku-buku bekas, saya suka nongkrong di sana. mencari buku-buku menarik yang murah meriah.
Didekat stasiun itu ada sebuah mesjid, yaitu Mesjid Agung Bogor. Waktu zuhur tiba, saya langsung menuju ke mesjid Agung tersebut, untuk menunaikan sholat zuhur. Setelah sholat zuhur saya istirahat dulu duduk-duduk dilantai 2 mesjid itu. Disamping saya banyak juga orang lain duduk-duduk, termasuk Edo yang duduk 1 meter dari saya. Edo Menyapa saya, akhirnya kami ngobrol.
Ia (Edo) bercerita : ..
Saya sementara tinggal di mesjid Agung ini sekarang , 2 hari yang lalu saya menjadi muallaf (memeluk agama islam) sebelumnya saya beragama kristen. saya di sini dibimbing oleh pengurus mesjid agung ini dan rencananya saya akan dicarikan pesantren untuk pembimbingan saya.
saya mahasiswa di UKI (Universitas Kristen Indonesia-Jakarta)mengambil jurusan Teologi Nasrani. Keluarga saya termasuk keluarga kuat beragama. Ayah dan Paman saya termasuk pendeta berpengaruh di Manado...
Saya dalam acara-acara kerohanian selalu memimpin koor lagu-lagu kerohanian.
rencananya pada natalan desember 1994. Kelompok kami .. ikut berpartisipasi natalan bersama di senayan ...
Kami berlatih koor sering sampai larut malam, ..
Suatu malam, setelah latihan kami kecapean dan memutuskan untuk tidur di gereja saja. eh .. saya bermimpi .. dimana saya dan banyak manusia dikumpulkan di tempat yang sangat luas dan saya mendengarkan suara, yang belakangan saya mengerti itu adalah suara Azan, dan semua manusia tanpa mengenakan busana ... dalam mimpi itu semua manusia melewati suatu jembatan .. dimana di bawahnya terdapat api yang menyala-nyala.
Saya melihat keluargaku melewati jembatan termasuk saya. Yang pertama adalah Ayahku berjalan melalui jembatan itu akhirnya jatuh ke dalam api, kemudian Ibuku terjatuh juga, Adik dan Kakakku juga terjatuh ... Namun anehnya pada saat gilran saya yang melewati ... tidak terjatuh ... terus saja. dan saya terjaga (bangun dari tidur).
Sejak kejadian itu, saya bertanya-tanya apa maksud dari mimpi itu. Saya bercerita ke teman saya seorang muslim. Ia menjelaskan, bahwa suara itu adalah suara Adzan, jembatan itu adalah sirotol mustaqim dan api neraka yang digambarkan dalam Al Qur'an.
Sejak itu saya melihat lihat buku-buku religi Islam. Akhirnya hidayah itu datang, aku mencoba untuk sholat di tempat kosku.
Suatu hari Ayahku datang dari manado tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Setelah Ayahku masuk kamarku Ia kaget melihat sajadah dikamarku. Ayahku marah," Kamu diam-diam telah berubah Keyakinan dan mempermalukan Bapak sebagai seorang Pendeta".
Akhirnya saya kabur naik kereta api jurusan bogor. sampai di stasiun saya tidak tahu mau ke mana. Setelah saya melihat mesjid Agung saya mencoba mendekat dan duduk-duduk ditaman mesjid itu. Sambil merenung .. dan meyakini bahwa ini adalah hidayah .. akhirnya saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Saya Bersyahadat di mesjid Agung Bogor.
Itu adalah kisah nyata Edo kepada Penulis (Yudi) .. semoga Saya dan para pembaca tulisan ini bertambah keyakinannya bahwa Akhirat itu, sesuai gambaran Al Qur'an benar-benar ada. Karena yang menyampaikan adalah seorang NON Muslim.

dan kita sebagai muslim & muslimah sepatutnya kita mensyukuri atas karunia Allah swt dan kita seharusnya bersyukur ya teman teman 

( Penulis : Wahyudin,S.TP)
# SUMBER :/selamatdunia-akhirat blogspot com/2011/05/asmaul-husna html